Cari

CATETANKU

sabar,iklash dan istiqomah. Ihdinasshirotholmustaqim. Amien

3 Tahun Berlalu

Tidak ada yang tidak berguna, terkadang coretan jelek menjadi sumber inspirasi. Setidaknya muncul dibenak mereka kata “Apaan sih?”.

Kesenangan pribadi didapat, tidak secara langsung berbagi dengan yang lain, serta bisa mengikis rasa kesepian walaupun terkadang hanya sedikit.

Walau akhir ini jarang kusentuh, kenangan itu masih tersimpan.

Terimakasih

Iklan

Nyantai Bentar

Ketemunya seminggu sekali, tentu dong dimanfaatin semaksimal mungkin. Jalan bentar kekiri dan kekanan toh banyak tempat nongkrong. Menghirup udara segar lebih menyenangkan dari pada ndekem dikamar. Yah walaupun ndekem dikamar lebih menggairahkan, tidak bisa iya kalau kegairahan itu turun., perlu break bentar 😂😂😂. Continue reading “Nyantai Bentar”

Selasa ini

Adakah waktu kosong, hal yang tidak produktif bukan? Tidak perlu dicemaskan, hanya perlu latihan untuk tanggap, peka, peduli dengan lingkungan sekitar.

beberapa hal sudah diselesaikan untuk hari ini, beberapa dalam proses, beberapa muncul yang baru. Aku belum tahu apakah ada yang baru lagi? Aku akan melakukan yang terbaik. Aku lihat beberapa drama korea, mereka memperlihatkan kerja keras yang luar biasa. Aku tidak memandangnya hanya sebagai drama, mungkin baik untuk menjadi motivasi diri, Bukan? Continue reading “Selasa ini”

Obrolan “Melatih dan Membantu Anak Mencapai Tujuan”

Rabu pagi dengan cuaca yang cerah, perutpun telah kenyang karena sarapan, walaupun hutang 500 rupiah karena duwitnya kurang, biasa sudah langganan penjual tidak takut tidak terbayar malah senang besok akan beli lagi dan terbayarlah hutang. InsyaAllah.

Bekerja sambil mendengarkan radio, mungkin akan menjadi kebiasaan dihari Rabu  jam 10 karena ada acara menarik di Suara Muslim Surabaya, Mozaik obrolan parenting. Melatih dan membantu anak mencapai tujuan itulah tema mozaik di hari rabu ini.

Tujuan anak-anak atau sebut saja cita-cita mereka adalah hal yang penting untuk ditentukan sejak awal, apabila tidak dilakukan akan banyak menguras energi dikarenakan bingung mencari arah masa depan.

Mengingat diri saya sendiri juga tanpa cita-cita yang spesifik, tidak ada rencana yang menarik untuk dikerjakan, tapi sangat beruntung alhamdulillah dapat pekerjaan yang nikmat, modalnya hanya keberuntungan masalah jurusan yang saya ambil dulu??? jadi sangat buang-buang waktu, walaupun hal itu ada hikmahnya setidaknya menjadi benar-benar pelajaran. Saya harap anak-anak saya nanti selain mendapat keberuntungan semoga mereka mendapatkan seperti apa yang mereka rencanakan, mungkin itu sangat membahagiakan, kelebihan mereka terakomodasi dengan baik, dan tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Sebenarnya PR kami untuk kali ini adalah si sulung, bisa dibilang belum ada rencana apa-apa untuk dia, ketika saya tanya tentang cita-cita pun tidak tahu, selanjutnya akan saya terapkan point obrolan di radio ini.

Beberapa point yang saya tangkap dari obrolan radio adalah

  1. Berusaha memahami bersama anak bakat mereka
    ini adalah hal yang pertama kita lakukan, menggali apa sebenarnya bakat mereka untuk menentukan rencana apa saja yang harus dilaksanakan di masa depan. Tidak sebentar untuk menemukannya, hal yang disukai mereka terkadang berubah-ubah, ketika mengeksplorasi kemampuan dan mereka bertemu dengan titik kebosanan menjadi masalah maka jawaban dari obrolan ini adalah banyak alternatif kegiatas yang akan membuat mereka bahagia.
  2. Menunjukkan berbagai macam profesi
    menunjukkan hubungan mereka dengan lingkungan sosial, hal yang kongkrit tentunya. Mengajaknya jalan-jalan kalau sabtu minggu bisa bertemu tentunya.
  3. Meminta mereka untuk menentukan pilihan
  4. Meminta mereka untuk mencatatnya
  5. Selanjutnya kita adalah pendamping, pendukung dan memfasilitasi apa yang mereka butuhkan.

Menarik jika bisa mendengarkan sendiri obrolan mereka, saya share dibawah ini.

Bagian ke 2

Bagian ke 3

 

Ngresi’i Tandon banyu ngisor

Sudah terlampau sering ketika tandon atas kosong ketika diisi kembali air menjadi keruh, kudu ngenteni rong ndino maneh banyu iso dadi bening, njelang romadhone banyu kudu resik jeh, gak ngunua? Pasale seng diresiki kudune tandon ngisor ambek tandon ndukur. Tapi dibagi waktune, sore wingi ngisor, mene sore bagian ndukur.

Sondok parno ae mudun tandon ngisor pertamane,wedi kelabang lanbinatang binatang g jelas liyane, alhamdulillah ternyata gak onok, dadi suwe suwe yo iso menikmati.

Onok masalah liyane kran banyu wes rapuh ambek wes rusak, pancene wes suwe kudu diganti.

Saiki wes lumayan banyune wes bening, gawe pembukaan Romadhon lek adus keroso luweh seger. Sak lanjute cuma njogo tandon ndukur ben ora terlalu kosong, lek kosong kemungkinan iso keruh maneh.

 

Lepas Makan Bubur

Alhamdulillah kini tubuh mulai menguat, mulai ruso untuk beraktifitas, yang sebelumnya layu lesu.

Bubur pengganti makan sehari-hari kemarin membuat sempat jatuh cinta semakin lama dikonsumsi semakin enak rasanya. Emh emh emh tapi kalau sudah meliat orang orang makan makanan bebas sempat ngiler juga. Tapi bagaimana lagi lambung masih tahap perbaikan, jadi makannya harus yang lembut dan tak berserat.

Dari hal ini ada beberapa hal yang tampak berubah pada fisikku, tampak kurusan dikit, kondisi perut yang buncit kemabali trepes, mungkin gara-gara puasa nasi dan makannya sedikit.

Perut trepes cuma berlaku empat harian kemarin, kini sudah agak bebas makannya, muncul njemunuk lagi perutnya, pikirku kok cepat sekali ya.

Penggalan Memori dg Mamak

Didalam rumah waktu itu, pagi masih gelap ditemani dengan beberapa ekor ayam yang meminta makan majikannya. Kegiatan dapur memang terasa sibuk setiap pagi, menyiapkan konsumsi untuk kegiatan hari ini, telur ayam kampung diceplok dengan taburan kecap manis, hemm terasa lezat. Persiapan yang tulus tanpa pamrih, bukan! bahkan lebih dari itu, ada cinta disini. Continue reading “Penggalan Memori dg Mamak”

Ribet Rubik

Seperti mainan anak-anak, tapi masalahnya komplek artinya tidak semua anak-anak bisa menyelesaikannya, kok anak-anak orang dewasa pun belum tentu bisa.

Continue reading “Ribet Rubik”

Cabut Gigi

Pada saat nulis pengalaman pertama ini sambil blogwalking, eh ternyata mbak Dini Muktiani udah nulis duluan, bedanya dia tidak dicabut saya dicabut. Dia ke klinik dan saya kepuskesmas. Enak dipuskesmas geratis ya soalnya BPJS.

Continue reading “Cabut Gigi”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑