“Ajilu bisholaati qoblal faut wa’ajilu bitaubati qobla mauut” suara mushola yang membangunkanku dengan diikuti suara alarm handpone android, tidak kalah beberapa nyamuk menyuntikkan mulutnya pada kulitku untuk mendapatkan setetes darah segar.

Alhamdulillahilladzi ahyana ba’dama amatana wailaihinnusyur suara itupun yang menuntun duduk dan berdiri. Setelah itu sunyi lagi.. Seperti biasa terdengar suara adzan dari kejauhan untuk membangunkan semua orang muslim untuk bersiap menghadap Tuhannya ( cara dan budaya berbeda dengan daerah sekitar).

Waktunya kembali ke Surabaya untuk bekerja mencari nafkah semoga halal dan barokah. Bergegas berangkat sebelum subuh karena bila berangkat kesiangan sedikit, diSidoarjo akan ikut berjubel sepeda motor yang turut mengawali aktivitas dihari ini. Dan saya kurang suka berjubel.

Diperjalanan ingat Bilqis yang diberi tugas untuk menulis tentang keluarganya. Lumayan mengalir tulisannya untuk seumuran dia, tapi harus diasah lagi. Mungkin selanjutnya kami akan belajar bersama cara menulis yang tepat.

Kulewati sepanjang jalan sudah ada perbaikan daripada beberapa waktu lalu. Lebih mulus dari jalan lang berjublang kemarin. Dan tepat di Gempol sebelum jembatan adzan subuh menghentikan sejenak perjalan ke Surabaya mengingatkan waktu istirahat memenuhi kebutuhan ruhani pagi ini.

Alhamdulillah lancar perjalanan ini dan bisa kunikmati tanpa kantuk. Dan sampai juga ditempat tujuan.

Iklan