Seperti biasanya khatib selalu mewasiatkan untuk meningkatkan ketaqwaan, hal ini karena termasuk dalam rukun kutbah dalam sholat Jum’at.

selanjutanya memaparkan surat An-Nasr meminta para jamaah untuk selalu menjaga dzikirnya memperbanyak tasbih dan istigfar. diikuti dengan pemaparan surat Asy-Syura ayat 36 sampai ayat 43 insyaAllah seingat saya, karena dari pemaparan surat Asy Syura ada beberapa point yang dikemukakan dan baru sore ini saya buka kembali Surat itu.

ayat 36

Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.

Dunia ini sangat indah sebagian besar kita melihatnya seperti itu, tapi sangat rendah dimata Allah. ada haditsnya juga

 Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, “Demi Allah, sungguh dunia itu di sisi Allah nilainya lebih hina daripada hinanya bangkai anak kambing ini di mata kalian.

Kenikmatan didunia ini ya seperti itu. kita dingatkan bahwa kenikmatan akhiratlah yang sejati. dan siapakah yang mendapat kenikmatan akhirat itu adalah

Yang pertama adalah orang yang beriman dan bertawakal. kebersaerahan diri kita kepada Allah dalam beramal.

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. (Ayat ke 37)

Yang kedua adalah kita dingatkan untuk menjauhi segala dosa besar dan perbuatan keji. 

Yang ketiga adalah dan apabila mereka marah segera memberi maaf. Mengajarkan Akhlak Mulia, hal ini menjadikan peluang besar dari menjadi musuh akan menjadi sahabat. bukankan membahagiakan bagi manusia hal seperti ini dan itulah yang disukai Allah Subhanallohuwata’ala.

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (Ayat 38)

ada tiga point ayat diatas menjadi lanjutan penerima kenikmatan sejati yaitu

Yang keempat adalah mematuhi seruan Tuhannya dan mendirikan sholat, seruan untuk berjihad dijalan Allah. Tujuannya adalah dekat dan keridhoan Allah.

Yang kelima adalah Bermusyawarah, tidak bertindak sendiri dalam menentukan maslahat sehingga tidak bertindak tergesa-gesa. mereka memutuskannya bersama-sama. Ayat ini bergandengan dengan mematuhi seruan Tuhan. tentu saja keputusannya tidak boleh melenceng dari ketetapan Allah.

Yang kelima adalah menafkahkan sebagian Rizki, hal ini adalah seruan untuk berzakat, bersodaqoh, wakaf, saling memberi.

Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. (Ayat ke 39)

Yang keenam adalah membela diri, diperlakukan zalim memaafkan itu memang harus akan tetapi muslim yang kuat harus bebuat dengan tangannya. meluruskan sesuatu yang zalim atau membalas dengan hal yang tidak melebihi batas.

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. ayat 40-43

Iklan