Cari

CATETANKU

sabar,iklash dan istiqomah. Ihdinasshirotholmustaqim. Amien

bulan

Agustus 2017

Penggalan Memori dg Mamak

Didalam rumah waktu itu, pagi masih gelap ditemani dengan beberapa ekor ayam yang meminta makan majikannya. Kegiatan dapur memang terasa sibuk setiap pagi, menyiapkan konsumsi untuk kegiatan hari ini, telur ayam kampung diceplok dengan taburan kecap manis, hemm terasa lezat. Persiapan yang tulus tanpa pamrih, bukan! bahkan lebih dari itu, ada cinta disini. Continue reading “Penggalan Memori dg Mamak”

Iklan

Ribet Rubik

Seperti mainan anak-anak, tapi masalahnya komplek artinya tidak semua anak-anak bisa menyelesaikannya, kok anak-anak orang dewasa pun belum tentu bisa.

Continue reading “Ribet Rubik”

Cabut Gigi

Pada saat nulis pengalaman pertama ini sambil blogwalking, eh ternyata mbak Dini Muktiani udah nulis duluan, bedanya dia tidak dicabut saya dicabut. Dia ke klinik dan saya kepuskesmas. Enak dipuskesmas geratis ya soalnya BPJS.

Continue reading “Cabut Gigi”

Kehati-hatian

Dari tanggal 20 kemarin masih membaca buah pikir teman-teman yang ada di wordpress. Ringan tapi berat, dibaca ringan banget dan mengalir tidak membuat ngantuk malah ada sebagian membuat ketawa, berat hikmahnya bikin angguk angguk kepala, sesekali ngelike dan komentar, walaupun komentarnya kadang tidak nyambung, tapi biar disambung-sambungin sendiri. Continue reading “Kehati-hatian”

Ahad, 20 Agustus 2017

Kota Malang cerah secerah wajah masyarakatnya yang dihari ini banyak melakukan kegiatan jalan sehat, sebenarnya langitnya terlihat mendung, tapi sinar mentari menyinari lewat semangat mereka, berjalan sehat dengan ceria. Continue reading “Ahad, 20 Agustus 2017”

Tak Mau Payah

Melihat orang sukses itu rasanya ikut bahagia, bahkan tumbuh keinginan untuk menjadi sukses juga. tapi apalah keinginan itu kalau kita tidak mau mengeluarkan tenaga. Ingin maju kedepan tapi kaki enggan melangkah. Continue reading “Tak Mau Payah”

Harapan

Dengan terengah-engah ku sekarang bernafas, sesak menghimpit, kurasakan tulang ini semakin melemah, kucengkeramkan tapi tidak seperti dulu lagi semakin lemah, aku takut.

Aku takut tubuh ini akan kutinggalkan sedangkan dosanya ikut bersamaku, selalu takut. begitu berat, kurasakan semakin berat, semakin hari semakin berat.

Semakin berat hingga ku menangis, sepetinya tidak kuat lagi ku berjalan, dan mungkin akan terjatuh dalam, dalam hingga gelap.

Cahaya datang, cahaya, iya cahaya tak pantas aku berputus asa, sedangkan ada yang Hanya Dia yang bisa menarikku tinggi

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑